
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang membuka pintu dunia usaha. Melalui dana CSR perusahaan, Pemkot berharap iuran BPJS Kesehatan bagi 15 ribu warga tetap bisa memilikinya. Langkah ini diambil setelah tanggung jawab pemerintah pusat dan provinsi dihentikan.
Warga yang terdampak bukan kelompok besar. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja harian. Mereka masuk kriteria Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), yang selama ini iurannya dibantu pemerintah.
Menyikapi hal itu, Pemkot Bontang tak menunggu lama. Rapat digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (21/7/2026).
“Kita dikumpulkan di sini untuk pertemuan sebelumnya dengan BPJS Kesehatan, bahwa ada 15 ribu bukan masyarakat penerima upah (PBPU) yang tidak terjamin BPJS-nya,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Keuangan Daerah Sedang Tertekan
Penyusunan skema ini tak lepas dari kondisi keuangan daerah. Menurut Neni, Bontang tengah menghadapi tekanan fiskal.
Penyebabnya adalah minimnya anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemprov Kaltim. Situasi itu otomatis berdampak pada kemampuan pembiayaan program jaminan kesehatan.
Perubahan pola pembiayaan pun terasa berat. Sebelumnya, iuran BPJS Kesehatan kelompok ini ditanggung pemerintah pusat. Kini, bebannya dipindahkan ke pemerintah daerah.
Oleh karena itu, Pemkot harus memutar otak. Skema pembiayaan yang tepat dibutuhkan agar warga tetap terlindungi tanpa kas daerah.
“Kasihan masyarakat,” tanda-tanda politikus Golkar tersebut.
Harapan pada Dana CSR Perusahaan
Meski anggaran terbatas, Pemkot tetap berkomitmen. Akses layanan kesehatan bagi warga PBPU dipastikan tetap terjaga.
Awalnya adalah menggandeng dunia usaha. Neni menyebut pemerintah akan mengajak perusahaan di Bontang berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.
Dana CSR perusahaan itu nantinya membantu membiayai iuran 15 ribu warga. Merekalah yang kepesertaannya tak lagi ditanggung pusat maupun provinsi. Skemanya pun dirancang berupa patung antara pemerintah dan perusahaan.
Neni berharap ajakan ini disambut dengan baik.
“Kita berharap 30 perusahaan yang ada di Kota Bontang ini juga turut membantu dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi saat ini,” tandasnya.
Bontang sendiri dikenal sebagai kota industri. Oleh karena itu, kontribusi perusahaan dinilai wajar sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar. Dengan gotong royong tersebut, jaminan kesehatan warga kecil tidak terputus.