
SAMARINDA , Jamkesnews – Ada layanan istimewa dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kaltim tahun ini. Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) dan BPJS Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur akan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan jiwa anak. Layanan ini hadir dalam peringatan HAN ke-42 yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kepala DKP3A Kaltim, Syarifah Alawiyah, menjelaskan asal-usul layanan ini. Menurutnya, pemeriksaan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam.
“Kami mengharapkan kerja sama dari Dinas Kesehatan dan Atma Husada untuk ada tes itu. Jadi nanti ada juga edukasi. Di dalam tes itu ada pemeriksaan untuk kejiwaannya. Itu menjadi cara untuk mengetahui apakah ada anak-anak yang mungkin perlu mendapat bimbingan,” ujarnya, usai rapat persiapan HAN di Kantor DKP3A Kaltim, Senin (20/7/2026).
Diprioritaskan bagi Usia Anak
Menurut wanita yang akrab disapa Yuyun itu, pemeriksaan diprioritaskan bagi peserta kategori usia anak. Selain layanan kesehatan jiwa, panitia juga menyiapkan pemeriksaan kesehatan umum dan pengukuran stunting.
“Kami utamakan memang untuk anak-anak, usia anak sampai 19 tahun. Yang ikut apel nanti diharapkan juga bisa mengikuti pemeriksaan itu,” kata dia.
Pentingnya Skrining Kesehatan Jiwa Anak
Bagi Yuyun, skrining kesehatan jiwa anak penting dilakukan. Alasannya cukup pribadi. Ia mengaku prihatin karena sering menemukan anak dengan dugaan gangguan kejiwaan di ruang publik.
“Saya pernah melihat ada anak muda yang terganggu jiwa. Saya tidak tahu orang tua ke mana. Karena itu kami berharap ada pemeriksaan kesehatan jiwa dan pendidikan untuk anak-anak,” ucapnya.
Deteksi dini memang menjadi kunci. Dengan skrining sejak awal, masalah kejiwaan pada anak bisa lebih cepat diketahui. Selanjutnya, anak yang membutuhkan bisa segera diarahkan untuk mendapat pendampingan yang tepat.
Beragam Kegiatan Lain di HAN 2026
Selain skrining kesehatan jiwa, peringatan HAN ke-42 di Kaltim juga diisi banyak kegiatan. Salah satunya cek kesehatan gratis (CKG) dan pengukuran stunting.
Tak hanya itu, ada pula pentas seni, pameran karya anak, dan fashion show edukatif. Panitia juga menyiapkan layanan stan serta UMKM yang melibatkan berbagai pihak. Dengan demikian, peringatan HAN diharapkan tidak hanya meriah, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.